26
Sep
07

Kebiasaan di Atas KA

Ada beberapa kebiasaan orang Jepang saat berada di atas kereta api (berdasar pengamatan pribadi).

1. Mendengarkan iPod (atau alat musik portabel digital yang lain)

Biasanya anak-anak kecil muda yang seperti ini. Fenomena iPod dan alat musik digital memang sepertinya sudah menjadi hal yang biasa. Harga sebuah iPod shuffle 1 GB yang saya tahu dari teman saya (karena dia baru saja beli) adalah sekitar 7800 yen. Sedangkan harga makanan sederhana (bento) yang sering ditemui di beberapa konbini adalah sekitar 300-500 yen (mari kita ambil tengah2 saja, 400 yen). Perbandingan antara harga makanan dengan iPod bisa dihitung yaitu sekitar 1:20 (mendekati).

Sedangkan di Indonesia, harga iPod shuffle 1 GB adalah sekitar $ 85 (berdasarkan situs http://bhinneka.com ). Dengan nilai tukar dolar sebesar Rp 9100,00 per 1 dolar, harga iPod shuffle 1GB berarti sekitar Rp 773.500,00 . Sedangkan, ambil saja biaya makan sekali di Indonesia sekitar 4000-5000 rupiah. Rasionya berarti sekitar 1:170 an.

Jadi, tidak heran orang Jepang banyak menggunakan alat musik digital macam iPod shuffle πŸ˜€ Untuk membeli iPod itu, seorang mahasiswa di Jepang mungkin cukup gak makan 20 kali, kalo diitung sekali sehari, maka cukup menunggu 20 hari udah bisa beli tuh iPod Shuffle. Tapi kalo mahasiswa ITB Indonesia, harus menunggu 170 hari, atau mendekati setengah tahun.

2. Membaca

Membaca dilakukan oleh orang lintas usia dan generasi. Dari yang muda sampai tua. Yang mereka baca pun bermacam2. Contohnya adalah membaca iklan di kereta koran, buku, maupun brosur2 yang didapat di jalan. Bahkan saat berdiri pun mereka membaca. Jadi begitu masuk kereta, duduk (atau berdiri), buka tas, dan buka buku. Biasanya di dalamnya sudah ada pembatas buku yang menandakan di situlah mereka terakhir membaca. Nampaknya, budaya membaca memang sudah sangat mengakar bagi para penumpang kereta.

3. Membuka HP

Sama seperti membaca, membuka HP juga dilakukan oleh orang dengan berbagai macam usia. Kebanyakan sih memang anak-anak muda. Tapi tak jarang pula orang-orang tua yang memakai pakaian kerja membuka HP di atas kereta. Saya sering melirik orang di sebelah saya kalau mereka membuka HP. Penasaran. Kebanyakan orang yang saya lirik menulis SMS di atas kereta. Beberapa browsing internet, melihat video (streaming?), maen Sudoku, dan mendengarkan musik. Saya tidak pernah menemui orang yang mengambil gambar orang di depannya dengan diam-diam (pura2 buka HP, padahal mau ngambil foto). Ini tidak baik, mengganggu privasi orang πŸ˜€

4. Bermain games

Ada 2 mesin game portabel yang sering saya temui, yaitu Nintendo DS dan Sony PSP. Kalau bicara masalah kuantitas secara kualitatif (halah, bahasa opo iki), kebanyakan yang saya temui adalah Nintendo DS. Ini jelas mainannya anak muda, anak-anak usia SMA ke bawah. Sesekali saya melirik sebentar saja game apa yang mereka mainkan. Sayangnya, saya tidak bisa melihat dengan jelas (karena percuma juga, kalo ngelihat gak tau judul game-nya apa).

5. Diam (dan tidur)

Tidur adalah hal yang umum, namun tidak dengan diam. Saya tidak yakin mereka bisa menikmati tidur di atas kereta api, karena pasti dalam hati khawatir kalo kelewatan stasiun. Entah bagaimana cara mereka mengeset waktu tidurnya di atas kereta api supaya pas bangun di stasiun tujuan. Saya pernah mencoba tidur, dan kelewatan 3 stasiun langsung 😦 Tapi kalau sudah biasa, saya rasa tubuh akan membentuk semacam “jadwal”nya sendiri (teori ngawur) πŸ˜€

Kalau ada orang diam di atas kereta api, itu adalah saya. Saya masih bingung mau ngapain di atas kereta api. Kalau tidur, khawatir kelewatan. Main games dan buka HP nggak mungkin, karena nggak punya. Baca buku? Boleh, tapi rasanya masih aneh soalnya tanggung bener baca buku cuman beberapa menit (ah, alasan aja, bilang males aja susah :D).. Ndengerin musik? Kadang ngerasa ribet sama kabel handset yang panjang. Selain itu, bagi saya, orang yang ndengerin musik di tengah keramaian itu kurang baik, karena seakan-akan dunia milik berdua dia sendiri, cuek, nggak denger kan kalo ada yang minta tolong karena kemalingan. Hehehe… Jangan dianggap serius pendapat ini, hanya bercanda saja πŸ˜€ Saya sendiri kalau disuruh milih, mending ndengerin podcast di iPod daripada membaca..

Demikian…

Iklan

16 Responses to “Kebiasaan di Atas KA”


  1. 1 danasatriya
    September 26, 2007 pukul 11:11 pm

    wah,keren sa
    sinkasen? *bener ta?*
    foto?

  2. September 26, 2007 pukul 11:57 pm

    yah, lo kalo di indonesia juga sering kelewatan stasiun. hahaha
    *no offense bro, πŸ˜€ *

    homesick ga lo di sana?

    -IT-

  3. September 27, 2007 pukul 8:27 am

    satu yang boleh saya tambahi, cowo jepang yang ga bener suka berbuat train “molester” (grepe-2 cw di tengah kereta yang padat bgt)
    Ini yang kutau di dokumenter Japanorama,sa. hehehe..
    FYI, saya pernah baca berita online koran Jepang dlm English 3 bln lalu. Seorang Profesor ilmu politik Todai ada yang ketauan ‘molesting’ di subway di Tokyo dan akhirnya dia mundur dari jabatannya.

  4. 4 Putri
    September 27, 2007 pukul 4:48 pm

    Kalau ini tentang kebiasaan orang yang tinggal di Jepang (baik penduduk asli maupun pendatang), ada satu kebiasaan yang bisa ditambah:
    6. Mengamati kebiasaan orang Jepang saat berada di atas (atau dalam?) kereta api.
    Hehe…

  5. September 27, 2007 pukul 9:37 pm

    Wakaka..

    Klo kebiasaan di KA indonesia yang bisa dijadiin ciri khas : Nyopet.. πŸ˜€ .. Jepun aja kagak bisa gitu..

    Kebiasaanku : Begitu naik kereta,jauh dekat msti tidur..

  6. September 28, 2007 pukul 1:25 am

    hehehe..sabar rez… kan bentar lagi dah bisa beli d.s.

    Ato malah lebih suka grepe2?
    Astagfirullah…Dosa rez…Nyebutt….ntar masuk hidayah versi Jepang lho (Jigoku Shoujo)

  7. 7 siawhietji
    September 28, 2007 pukul 4:02 am

    hmmm… kurang satu tuh kebiasaannya rez, itu tuh… masak gak tau?? halah itu lho… aduh gimana ya, sungkan aku bicarain di sini, saru je =p

    yawda wes kalo tetep nggak nyambung, ntar aku kirim deh file .avi-nya, wakakakak

  8. September 28, 2007 pukul 1:31 pm

    haha… Baru tahu kalo IPod semurah itu kalo dibandingin ama makanan di Indonesia. Wow…
    Emang susah, ye..
    Wah, gak ngebayangin km ntar di Indonesia kayak apa? hehe…
    Rambut dicat, direbonding, dan celana nge-jeans mungkin bakal kamu lakukan, Bung! Btw, dah sempet nyoba klub malam? haha…

  9. September 28, 2007 pukul 4:21 pm

    kalo diatas kereta ada cafe, tentu ngopi diatas kereta!

  10. September 29, 2007 pukul 9:59 pm

    @dana
    bukan shinkansen, mas. kereta biasa.

    @irvan132
    nah, aku gak pernah kelewatan stasiun di indonesia, bob. tapi turun sebelum waktunya πŸ˜€

    @ridwan
    belum pernah liat yang kayak gituan. hehe…

    @putri
    yap.. itulah aku, put πŸ˜€

    @scooterboyz
    iya.. jadi gak perlu ngecek dompet terus tiap sekian menit. jadi inget kalo pas naik kereta sama bis kota waktu kape dulu..

    @saiko
    walah.. tobat tobat.. πŸ˜€

    @lucky
    halah.. πŸ˜€

    @arikuncoro
    saiki aku ngejeans terus pak, ditukokno pas arep budhal πŸ˜€ mugo2 ae gak dadi macem2. hehe..

    @peyek
    wah, di dekat stasiun kebanyakan ada cafe kopi, mas. banyak juga yang ngopi di situ..

  11. 11 Handy
    Oktober 4, 2007 pukul 9:49 pm

    haha.. sedetail itu ya kamu memperhatikan kultur asing.. πŸ˜› hebat hebat.. sayang aku kurang ngikutin tulisanmu dari awal.. Tulisanmu bagus rez.. logat pasar atomnya.. ciamik soro!!! πŸ˜€

  12. Oktober 15, 2009 pukul 4:51 pm

    wa..h,, jepang ko ga ad kursi d urang tanu sh?..

  13. Februari 5, 2010 pukul 5:43 am

    bs d coba tuh ‘culture’ ny d Indonesia..he hebatlah, thanx buat tulisanx..
    baguuus πŸ˜‰

  14. Agustus 6, 2014 pukul 11:11 pm

    tambahin 1 gan, kebiasaan di indonesia “gesekin” kemaluan :v


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: