Arsip untuk Maret, 2008

30
Mar
08

AsiaBSDCon 2008, Day Four

Hari ini saya datang tepat waktu sekali, pas ketika Pawel Jakub Dawidek menjelaskan tentang GEOM framework di FreeBSD. Baru kali ini saya mendengar istilah tentang GEOM. Maklum, masih cupu. Yang mulai dapat saya tangkap adalah ketika dia menjelaskan tentang aplikasi dari GEOM, yaitu tools-tools semacam gjournal, geli, gmirror, dsb. Walaupun belum pernah coba itu semua, namun karena dia demo di tempat, jadi sedikit banyak ada bayangan tentang apa yang bisa kita lakukan dengan menggunakan GEOM framework. By the way, GEOM sendiri nampaknya memang telah menjadi bagian utama dari FreeBSD, terbukti dengan ditampilkannya keterangan tentang GEOM di sini .

Sesi kedua, saya tinggal di ruangan yang sama untuk mendengarkan penjelasan tentang iSCSI oleh Alistair Crooks. Sebenarnya, di awal-awal penjelasannya tampak menjanjikan, apalagi orangnya lucu, namun apa daya, kantuk melanda dan dari 45 menit penjelasan, saya hanya bisa bertahan selama 20 menit saja. Dari sekian penjelasan itu, yang dapet saya tangkap hanyalah bahwa iSCSI itu merupakan protokol untuk aplikasi Storage Area Network (SAN) 😀

Setelah sesi itu, waktunya untuk makan siang yang kemudian dilanjutkan dengan keynote speech oleh Profesor Sunahara dari Nara Institute of Technology. Sunahara sensei menjelaskan tentang digunakannya embedded BSD dalam sistem komunikasi taksi, ambulans, dan weather reporting. Menarik. Jepang emang jago untuk masalah embedded2 system dan aplikasi2 mobile internet.

Kemudian, Claudio Jeker, satu-satunya developer OpenBSD yang datang pada konferensi ini, menjelaskan tentang OpenBSD network stacks internal. Udah cuman satu-satunya OpenBSD guy, dia kena masalah lagi gara2 tiba-tiba laptopnya ngehang waktu mau presentasi. Jeker menjelaskan network stacks ini dengan sangat menarik, terbukti dengan munculnya pertanyaan yang begitu banyak pada akhir sesi dia. Oh ya, Jeker emang orang sakti. Selain developer utama OpenBSD, dia juga menjadi developer utama OpenBGPD sama OpenOSPFD. Ngeri…

Lanjutkan membaca ‘AsiaBSDCon 2008, Day Four’

29
Mar
08

AsiaBSDCon 2008, Day Three

Hari ketiga ini saya datang terlambat. Hiks hiks.. Jadilah, saya nggak bisa ngikutin pembukaan dan sesi paper pertama oleh Matt Olander, tentang PC-BSD. Ada juga sesi tentang FreeBSD yang dibawakan oleh orang dari Cisco Systems.

Tapi, terlepas dari keterlambatan saya, ada begitu banyak yang saya peroleh hari ini. Kalau 2 hari sebelumnya saya banyak mendapatkan ilmu-ilmu teknis tentang BSD, hari ini tidak terlalu banyak yang saya dapet secara teknis. Dalam sesi keynote speech yang dibawakan oleh perwakilan dari Internet Systems Consortium (ISC), organisasi di balik DHCP dan Bind, saya hanya mendapat fakta-fakta tentang apa yang mereka kerjakan di ISC. Si Peter Losher, perwakilan ISC itu, juga menampilkan foto-foto server2 penting yang hosting di ISC seperti ftp.freebsd.org dan kernel.org . Dia juga menyebutkan fakta-fakta tentang queries IPv6 yang perlahan-lahan meningkat, utamanya di daerah Eropa (Perancis). Mengapa Jepang kok tidak termasuk? Nah, ini ternyata karena query2 untuk Jepang kebanyakan nggak dihandle sama root servers ISC, melainkan milik Wide Project.

Selepas sesi keynote, ada break untuk lunch. Untuk makan siang, kita diberi pilihan 3 buah bento, yang mana cuman satu yang bener-bener bisa aman dimakan oleh muslim. Jadilah, saya sebenarnya nggak punya pilihan. Hehehe…

Lanjutkan membaca ‘AsiaBSDCon 2008, Day Three’

28
Mar
08

AsiaBSDCon 2008, Day Two

bsd daemon

Di hari kedua ini, saya akhirnya bisa lebih mengetahui nama-nama para developer BSD yang hadir di tempat konferensi. Beberapa nama yang akhirnya saya berhasil intip di name-tag mereka adalah Matt Olander, Kris Moore, dan Brooks Davis. Matt Olander dan Kris Moore nampaknya belum unjuk gigi pada dua hari pertama AsiaBSDCon 2008 ini. Mereka baru akan tampil pada sesi penjelasan paper mulai esok hari (Sabtu). Matt dan Kris sendiri adalah pengembang utama sistem PC-BSD, yang mana merupakan desktop version BSD dengan menggunakan sistem FreeBSD. Si Kris adalah seorang pria gendut yang saya sebut di postingan sebelumnya 😀 Dia tetap mengenakan kaos PC-BSD dengan motif yang berbeda. Later, saya baru mengetahui bahwa dialah project founder dari PC-BSD.

Sementara Matt Olander mudah sekali untuk dikenali. Dalam beberapa foto yang beredar di internet, dia sering tertangkap kamera dalam kondisi memakai horn merah khas daemon FreeBSD. Begitu pula dalam acara ini, dia tetap memakai horn itu dengan lampu merah yang menyala-nyala. Dia hari ini kebetulan menjual beberapa aksesoris FreeBSD seperti boneka daemon, stiker, kaos, dan CD orisinal FreeBSD 6.3 . Saya membeli sebuah CD orisinal pesanan teman seharga 2000 Yen, dan 2 buah boneka masing-masing seharga 1000 Yen. Lumayan, untuk dipajang di meja, sebagai penyemangat untuk menyelesaikan sotsuron 😀 Oh ya, si Matt juga memberi saya sebuah CD case FreeBSD sebagai bonus karena saya memborong 3 item sekaligus. Hihihi…

Satu yang akan selalu saya ingat, pembicaraan dengan Matt diawali dengan satu pertanyaan, “Are you a FreeBSD commiter?”.. “No, sir. I am just a typical user of FreeBSD” 😀

Tentang kuliah hari ini oleh McKusick, saya lagi-lagi tercengang dengan metode dia dalam membawakan materi berat dalam nuansa yang begitu bersahabat. Total, dia memberikan kuliah selama 5.5 jam, dibagi dalam dua sesi, pagi dan siang. Dari 5.5 jam itu, dia berhasil membuat saya terjaga selama sekitar 4,5 – 5 jam. Ini adalah sebuah prestasi yang sangat hebat bagi saya untuk terjaga dalam kurun waktu yang lama mendengarkan orang ngasih kuliah. Yappari, as expected from UC Berkeley’s lecturer and super-guru of BSD (it is said that he is the BSD himself)… Dia berkata seakan-akan memang BSD itu adalah bagian dari tubuhnya.. Bagian dari dirinya..

Marshall juga sering menyebut kata-kata eighties dan nineties, menandakan tentang masa-masa dimana poin-poin penting dalam proses pengembangan FreeBSD dilakukan. Dan lagi-lagi, dialah bagian dari sejarah itu sendiri. Cukup mengerikan ketika dia menjelaskan tentang soft updates, dan dia bilang kalo soft updates itu terdiri dari ribuan line of codes, dan dengan entengnya dia bilang kira2 “It is actually written in some thousands of line of codes. And, unfortunately, it was only me at that time that understood the code. But now, apparently there are about 10 people working on the code.

McKusick dengan sangat elegan menjelaskan tentang konsep TCP/IP stack dalam FreeBSD. Sedikit juga tentang algoritma TCP. Fakta-fakta kecil tentang bagaimana traceroute bekerja (dengan memanfaatkan hop count field dalam IP header), bagaimana konsep Fast File System, Snapshots, Journalling, soft updates, semua topik2 yang baru hari itu saya dengar (dan membuat lebih tertarik lagi untuk mendalami jeroannya BSD).

Seusai sesi tutorial, saya berkenalan dengan salah satu peserta asal Nepal, sysadmin di Kathmandu Institute of Technology. Dia mengembangkan FreeBSD sebagai OS utama dalam jaringannya, sama dengan yang dilakukan sysadmin2 di ITB. Jadilah, karena sedikit banyak saya juga pernah main2 BSD untuk urusan kayak ginian, ngerasa nyambung gitu ngobrol sama dia. Kalo ngobrol sama developer2 itu, masih jauh banget levelnya. Terlalu jauuuhhh… Hihihi… Dia juga baru pertama kali ke Jepang, jadilah dia turis yang pengen main2 kemana2. Saya temenin dia sebentar ke Akihabara untuk cari colokan buat charger kameranya.

Intinya, hari ini menarik sekali buat saya 😀

Sedikit fakta gak penting, hari ini juga, saya naik sepeda dari asrama ke kampus Tokodai Ookayama, selama 2 jam. Hehehe…

27
Mar
08

AsiaBSDCon 2008, Day One

Wait, it is actually supposed to be “Kansai Trip, Day One” rite 😀

Entahlah, setelah merangkum cerita hari ke-nol perjalanan saya di Kansai, rasanya semangat untuk melanjutkan tulisan tiba-tiba luntur terbawa arus rutinitas kehidupan yang _lagi-lagi_ berkaitan dengan siklus dorm-kampus-dorm-kampus.. Untuk 3-4 hari ke depan, saya nggak akan ke kampus Titech Ookayama, melainkan kampus universitas lain, yaitu Tokyo University of Science, tepatnya di Morita Memorial Hall, untuk mengikuti AsiaBSDCon 2008 .

Konferensi akan berlangsung 4 hari, diawali dengan 2 hari tutorial dan 2 hari paper session. Untuk sesi tutorial, saya harus merogoh kocek sebesar 6000 Yen untuk mengikuti sesi-nya Marshall Kirk McKusick. Hari pertama (hari ini), Marshall menjelaskan tentang Kernel, sedangkan di hari kedua, dia akan menjelaskan tentang FileSystem dan Network Implementation di FreeBSD.

Dalam sesi tutorial pertama yang saya ikuti hari ini, saya sangat puas. Marshall menjelaskan dengan sangat gamblang hampir semua konsep dasar tentang kernel. Di morning session, dia memaparkan tentang kernel overview, yang meliputi bagaimana sih sebenarnya konsep sebuah process dalam sistem BSD, konsep locking, Jails, Sessions and Groups, Scheduling, dan Virtual Memory Management.

Saya sangat terbantu dengan penjelasan Marshall tentang konsep locking, process, dan threads. Dalam sotsuron yang saya kerjakan untuk syarat kelulusan program exchange di sini, saya sedang stuck dengan pemrograman yang melibatkan banyak threads dan variables. Masalah timbul karena saya nggak tahu gimana caranya mensinkronkan threads-threads itu. Hehehe… Apalagi ternyata ada shared variable. Maklum, pada dasarnya saya bukan seorang programmer. Program terbesar yang saya buat semasa kuliah hanyalah tugas mata kuliah C++ Pak Budi Rahardjo untuk membuat klasemen sementara pertandingan Liga Inggris (excuses…excuses…) 😀

Untuk afternoon session, Marshall melanjutkan pembahasan sedikit tentang paging. Karena ketika awal-awal sesi kedua ini saya sedang sibuk ngutak-atik laptop biar bisa nyambung internet, pembahasan yang satu ini saya agak ora mudeng. Dan lagi-lagi, karena ada internet, fokus saya di sesi kedua ini agak-agak terbagi dua. Marshall menjelaskan banyak tentang kernel I/O structures, di antaranya meliputi disk management, GEOM Layer, AutoConfiguration, dan I/O Multiplexing. Slidenya sih cuman dikit, tapi dalam satu slide, dia ngomong lama banget. Ini terus terang agak kurang menguntungkan bagi saya karena dengan modal ilmu yang sedikit, saya jadi tidak bisa memvisualisasikan apa yang dia jelaskan (karena banyak omong dan tak diikuti gambar dan tulisan 😀 ).

Begitulah hari pertama AsiaBSDCon 2008. Saya tidak menemui banyak orang asing di acara ini. Kebanyakan peserta adalah orang Jepang. Ada dua orang asing dalam sesi tutorial yang saya ikuti. Satu orang dengan pakaian bertuliskan PC-BSD dan agak gendut, yang satu lagi orang tinggi agak kurus dengan hidung mancung. Di sesi siang, orang gendut ini sepertinya mengikuti Developer Summit di ruangan lain. Ada juga seorang mahasiswa master dari Nagoya asal Kenya yang tiba-tiba menyapa kami (saya dan Randy) ketika mau pulang.

Oh ya, saya belum banyak mengambil gambar karena baru hari pertama. Ini beberapa gambar yang sempat saya ambil.

kopi starbucks

Kopi Starbucks di saat Lunch Session

tas

Tas yang isinya proceedings dan lain sebagainya

dinding

Iklan tentang BSD Magazine

 

20
Mar
08

Kansai Trip : Day Zero

Saya melakukan perjalan bersama 2 mahasiswa ITB lainnya, yaitu Randy, dari Oita, dan Agus, sama2 dari Tokyo. Kami menggunakan tiket spesial dari JR-East yang namanya Seishin 18 Kippu (dibeli di koperasi kampus). Dengan tiket ini, kita bisa melakukan perjalanan ke seluruh area di Jepang dengan menggunakan kereta JR selama 5 hari. Harganya “hanya” 11800 yen saja. Harga ini bisa dibilang murah, apalagi untuk perjalanan-perjalanan jauh yang memakan waktu lama. Walaupun di satu sisi, downsidenya juga ada. Kita harus jeli melihat daftar rute kereta dan mengatur waktu perjalanan kita sendiri.

Perjalanan antara Tokyo ke Osaka (tempat kami menginap) harus ditempuh dalam waktu 8-9 jam dengan menggunakan 18 kippu ini. Sepanjang perjalanan, tentu saja tak banyak yang dilakukan selain ngobrol dan melihat pemandangan di luar kereta. Sempat juga mainan Mario Kart di Nintendo DS bareng temen. Apapun dilakukan untuk membuang waktu, termasuk berusaha mengartikan iklan-iklan yang ada di kereta dengan menggunakan software kamus di DS 😀

Kami sempat transit di beberapa tempat yang cukup familiar, seperti Toyohashi (mahasiswa ITB yang sering main ke ISO pasti tau nama ini), Nagoya, Stasiun Fuji (dilihat dari kanjinya, nampaknya sih sama dengan kanji Fuji san, tapi entah hubungannya apa), dan Hiratsuka (yang ini karena dulu waktu kecil pernah nonton kesebelasan Petrokimia Putra lawan Bellmare Hiratsuka di Piala Champion 😀 ).

Singkat cerita, sampailah kami ke Osaka. First impression, ngeliat dari stasiunnya yang super gede, kayaknya ini kota gak jauh beda sama Tokyo. Kami sempat tersesat bagai anak ayam kehilangan induknya di stasiun pusat Osaka yang namanya Umeda Station. Namun, apa gunanya belajar bahasa Jepang selama 6 bulan belakangan ini kalo gak bisa tanya ke orang Jepang 😀 Begitulah, di Jepang, kita dimanjakan oleh informasi. Peta ada di hampir setiap sudut kota. Di stasiun-stasiun yang terkenal, disediakan juga peta dengan translasi bahasa Inggris-nya. Eki-in (istilah untuk polisi yang jaga stasiun) juga sangat ramah dalam menjawab pertanyaan. Saking ramahnya, sampai-sampai informasi yang diberikan terkadang berlebihan.

Setelah menemukan sedikit pencerahan di stasiun Umeda, kami menggunakan Hankyu-line untuk menuju ke stasiun Kita Senri, stasiun terdekat dari tempat kami menginap nanti. Namun sebelumnya, karena perut telah meronta ingin diisi makanan, kami makan dulu di salah satu warung Okonomiyaki. Kabarnya, okonomiyaki adalah makanan khas Osaka yang paling terkenal selain Takoyaki. Harganya lumayan mahal juga, 1000 yen. Hiks hiks.. Belum apa-apa dompet sudah terkuras.

Di stasiun Kita Senri, telah menunggu dengan sabar mantan kohai kita di STEI ITB (cuman 6 bulan), Alfian, yang sekarang akan melanjutkan program S1 di Tohoku Daigaku. Bersama dengan Alfian, kami dibawa ke asrama mahasiswa Nihongo Gakkou Osaka University di daerah Saito Nishi. Di sini lah nantinya kami akan menghabiskan waktu-waktu malam sampai pagi untuk istirahat selama 6 hari ke depan. Saya sama Agus kebagian tidur di kamar Bahar, teman Alfian. Sedangkan Randy tidur di kamar Alfian. Terima kasih buat Bahar dan Alfian 😀

Begitulah hari ke-nol perjalanan kami di Kansai. Hari yang melelahkan..

20
Mar
08

Seminggu Perjalanan

Baru saja mengakhiri perjalanan panjang ke daerah Kansai, meliputi Kyoto, Osaka, Nara, Kobe, dan Himeji. Dalam beberapa hari ke depan, semoga saya bisa mengabadikan kisah seminggu menelusuri daerah-daerah di Kansai yang sungguh sangat berbeda dengan padat dan modernnya kehidupan di Tokyo.

Tak terasa, sudah sebulan lebih saya tidak mengupdate isi blog ini. Hehehe…