Arsip untuk Januari, 2008

30
Jan
08

Screwed Up

Once upon a time, in the morning where sun shines very brightly, there was this innocent boy just woke up from his long and long sleep. “Ah, what a lovely day. The forecast said that there will be raining today, but hey, look at the sun out there, he smiles to me.”, he said. “Got to go to lecture. Em.. Let me see.. Today is Wednesday. Aha, the last material for this semester was over at last Monday’s lecture. No need to go to class then.”, he continued while grabbing the pillow, trying to get back to sleep.

Suddenly, few minutes later, his phone rang. It didn’t really make any sense for him to take the phone since there is no excuse to call someone that early in the morning, especially when there was no class that day. But, later he had to say big thanks to that man who call him, particularly because it made him suddenly realize to ask somebody about whether there was a class or not that day.

Then, he started to call his friend, Saiko. “Hi, Ko. Do we have class today?”, he asked. And Saiko replied, “Man, today is the test!”. “Oh, crap. Test? It must be tomorrow. The other class will also have the same test like us rite. They said that they will have the test held on tomorrow..”. “No, I am damn sure that today is the test.”. And, since he didn’t have any other reason to continue talking with his friend, he suddenly said, “Ah, okay. I will definitely have to go now then. Thanks!”.

And what a bad boy he is. Despite the fact that his dear friend already told him that there was a test that day, he still called another man, named Viktor. And it was even scarier than receiving the fact from Saiko.

The conversation started with the background of some noisy train sound. And, that time, before saying a single word to Viktor, he realized that he was in a big danger that morning. Big danger of not passing the one and the only interesting lecture that he had for one semester. By the way, he still asked. “Hi Viktor, it is me. Do we have class today?”. The seconds he said that silly question he already asked before, he hoped so much that there would be some magic words coming out saying that there was no class that day. But, he was unlucky.

He suddenly strucked by a little bit high frequency voice from his friend, Viktor. “Hey, it is the test today!”. And although he knew that it was useless, he still defended himself saying the same excuses like what he said to Saiko before. But deep in his pure heart, he knew that he had to close the phone call, washed his teeth and face, started running toward the closest train schedule, which is 20 minutes away. But, thanks to the motivation that his friend gave in the end of the phone call. Viktor said warmly to him, “Good luck!”. Oh, frankly speaking, I thought it will make him even more desperate 😀

But, in spite of all his laziness and sloppy behavior, he could predict when to run and when to walk. And he arrived at the campus at the very exact time.

Okay. He also did the test finally. At the end, all of his unluckiness today were closed by a pretty good fact that the test was not as difficult as expected. Yeah, he did it well fortunately 😀

Iklan
29
Jan
08

Semester Gugur (Autumn Semester)

Ulasan tentang kuliah yang saya ambil dalam program YSEP semester gugur ini.
1. Topics on Japan – 2 SKS

Kuliah tentang Jepang (sesuai judulnya). Di sini saya belajar tentang sejarah Jepang, perkembangan ekonomi mereka, cerita para shogunate (yang membuat saya jadi mengetahui lebih dalam tentang siapa itu Tokugawa dan Nobunaga yang saya temui dalam manga Samurai Deeper Kyo), sempat juga disuruh presentasi tentang Indonesia, dst.
Apakah ada UAS? Tidak. Tidak ada UAS dalam kuliah ini. Namun peserta kuliah diharuskan membuat final report yang dikumpulkan pada tanggal 3 Februari nanti.

2.  Factory Study Tour – 2 SKS

Ini bukan kuliah sebenarnya, karena cuman sebulan sekali. Itupun bukan lecture, tapi kunjungan ke beberapa industri. Semester ini dibuka dengan kunjungan yang menarik ke Honjo Life Safety Learning Center, dimana saya bisa merasakan gempa berskala 7 richter. Kunjungan berikutnya ke Yamatake dan TDK tidak terlalu menarik, karena tidak ada inspeksi mendadak ke tempat produksi dan manufaktur mereka. Namun, untuk kunjungan terakhir ke Nippon Sheet Glass Company, kami dibawa ke tempat produksinya secara langsung. Ngelihat gimana kaca itu dibuat, dari awal sampe akhir.

Apakah ada UAS? Tidak ada. Saya hanya diwajibkan mengirimkan sebuah report setiap usai mengikuti FST.

3. Rural Telecommunications – 2 SKS

Inilah satu-satunya kuliah teknik yang bisa saya ambil. Di kuliah yang satu ini, saya belajar tentang apa itu rural telecommunications dan teknologi-teknologi apa saja yang digunakan. Ada yang namanya radio amatir, VSAT, Wifi 2.4 GHz, dan berbagai infrastruktur telekomunikasi yang lain. Kuliahnya tidak terlalu teknikal, bahkan tak sekalipun saya melakukan yang namanya perhitungan di kuliah ini (bye-bye integral, diferensial, maxwell equation, faraday law, etc).

Satu kelas diisi sekitar 10-an orang, semuanya mahasiswa dengan level minimal master. Ya, tapi seperti yang saya bilang di atas, karena kuliahnya nggak teknikal, jadi saya yang masih undergraduate ini masih bisa ngikutin 😀

Apakah ada UAS? Final report ada, tapi itu tidak bisa dibilang UAS. Setiap peserta disuruh bikin analisis tentang studi kasus telekomunikasi rural baik di negaranya masing-masing atau menurut studi kasus yang udah ada di websitenya ITU.  Saya bikin studi kasus tentang peran ICT dalam post disaster recovery waktu bencana tsunami melanda Aceh. Alhamdulillah selesai, dan bisa maju presentasi di hari Senin kemarin.

4. Japanese Class, J1 – 2 SKS

Ini kelas yang paling menarik. Setiap masuk pasti ada hal-hal baru yang saya pelajari. Kebetulan dapet sensei yang enak juga ngajarnya, jadi bisa lebih cepat meresap materi di kelas. Nggak banyak yang bisa diceritakan secara detail dari kelas ini. Yang jelas, ini satu-satunya mata kuliah yang mengharuskan pesertanya untuk mengikuti UAS. Yeah.. UAS, I am coming (udah rindu yang namanya duduk di kursi ngadepin kertas dan mencorat-coret untuk mengarang indah 😀 ).

5. Sotsuron! – 6 SKS

Ya, saya beri tanda seru. Karena itulah inti dari program YSEP di sini. Program inilah yang membuat saya harus merelakan waktu banyak sekali untuk menjalani riset di laboratorium. Eits, jangan bayangin laboratorium yang isinya ramuan-ramuan kimia dan mesin-mesin canggih, yang ini “cuman” berisi beberapa komputer doang.

Lagi-lagi, di sini saya sama sekali tidak menemui persamaan Maxwell, hukum Faraday, integral, turunan, dkk, melainkan baris-baris kode yang ditulis dalam bahasa perl dan Java, serta perhitungan-perhitungan simple dan ide-ide yang menarik dalam berbagai paper tentang jaringan komputer. Ups, ada ding integral dan turunan di beberapa paper yang saya baca, tapi saya nggak terlalu mendalami persamaan-persamaan ajaib yang si penulis turunkan. Get the idea, and it is done 😀

Apakah ada UAS? Tunggu dulu, ini masih menunggu jawaban dari sensei tentang metode apa yang akan dipakai dalam proses pengambilan nilai.

Begitulah, itulah kuliah yang saya jalani dalam semester ini. Sama sekali jauh dari apa yang dialami teman seangkatan saya di kampus, seperti menghadapi mata kuliah legendaris sepanjang masa, Antena, atau kuliah-kuliah yang lain. Namun, perlu saya sadari juga, ini bukan program kuliah, tapi riset. Jadi memang nggak ada kuliah yang macem-macem.

Tapi gimanapun juga, masih tetep kangen sama dunia perkuliahan nih 😀

24
Jan
08

Salju Pertama di Tokyo

Hari ini, 23 Januari 2008, di Tokyo turun salju untuk pertama kalinya. Karena sudah pernah berkunjung ke kota salju, Nagano, waktu Desember kemarin, nggak terlalu surprise melihat salju yang ini. Saljunya kecil, lebih ke arah snowflakes. Cuman di beberapa daerah yang saya lewati waktu naik kereta, sempet ngeliat hamparan rumput tertutupi oleh salju. Nampaknya cukup tebal juga.

Sebenarnya, prediksi cuaca mengatakan bahwa hari Senin kemarin harusnya turun salju. Tapi namanya prediksi, bisa salah juga. Entah si salju masih belum siap turun, dia menunda sampai hari Rabu baru mau menampakkan diri ke penduduk Tokyo dan sekitarnya.

Tahun lalu kabarnya tidak turun salju sama sekali di Tokyo, dan ini dibenarkan oleh beberapa teman Indonesia dan Jepang saya. Wah, I guess I am a little bit lucky to see this snow phenomena here in Tokyo then 😀

NB: Pantesan hari ini rasanya berat banget buat bangun. AC sudah mentok panasnya, tapi kok badan masih kedinginan. Ealah, ternyata di luar salju turun…

18
Jan
08

Pemilu AS

Diawali dengan rasa penasaran ketika ada seseorang yang berkata tentang primary dan caucus, saya mencoba mencari tahu tentang kondisi politik di AS memasuki masa Pemilihan Umum a.k.a. Presidential Election 2008. Cukup menarik juga,karena dengan mengikuti perkembangan politik Pemilu AS sama saja mempelajari tipe-tipe calon presiden yang dalam beberapa tahun ke depan akan mempengaruhi dunia.

Tidak seperti di Indonesia yang memiliki puluhan partai dalam Pemilunya, di AS hanya ada dua kutub politik, yakni Demokrat dan Republik. Kedua partai ini mempunyai roadmap yang berbeda. Setiap kutub mempunyai beberapa calon presiden, yang akan diuji melalui berbagai debat, primary, dan caucus di seluruh negara bagian US. Paham yang mereka punya juga berbeda. Ada beberapa perbedaan yang cukup signifikan dalam sikap politik kedua kutub tersebut, di antaranya yang berkaitan dengan hukum aborsi, hukum kepemilikan senjata api, tentang kesehatan, tarif pajak, dsb.

Sekarang ini, di partai Demokrat, topik yang sedang ramai dibicarakan adalah mengenai persaingan Barack Obama dan Hillary Clinton. Nama Hillary Clinton bagi kita mungkin lebih familiar, karena tentu saja mengingatkan kita pada sosok presiden AS beberapa tahun sebelumnya, yaitu Bill Clinton. Namun, di Indonesia, nama Barack Obama juga tak kalah populer. Ini disebabkan oleh sejarah si Barack Obama yang pernah tinggal selama beberapa tahun di Indonesia semasa kecilnya. Tentu saja ini menjadi topik yang cukup “menjual”, sampai-sampai di Indonesia keluar buku yang berjudul “Menerjang Harapan: Dari Jakarta Menuju Gedung Putih”. Judul yang mengundang minat, walaupun tak sepenuhnya mengena.

Saya pikir, tinggal selama beberapa tahun di Indonesia saat si Barack masih kecil dulu bukanlah suatu hal yang besar, atau penting, bagi seorang Barack Obama. Apalagi, mengingat ini Indonesia, negara dengan populasi muslim terbesar di Indonesia. Hal-hal yang berkaitan dengan Islam tentu saja akan menjadi isu panas yang bisa digunakan oleh lawan politik Barack Obama untuk sekedar mempertanyakan hal-hal seperti, apakah si Barack pernah memeluk agama Islam semasa dia kecil dulu?

Barack Obama memang tidak hanya menarik bagi Indonesia. Bagi warga AS sendiri, munculnya calon yang berkulit hitam tentu akan sangat menarik untuk diperbincangkan. Sementara Hillary Clinton, sejarah masa lalunya yang aktif dalam berbagai kegiatan presidensial, ataupun kegiatan sosial yang banyak dia ikuti, tentu akan menjadi poin yang cukup signifikan baginya untuk menarik perhatian publik.

Saya tidak terlalu tertarik dengan calon presiden dari kalangan Republikan. Terutama karena saya nggak tau mereka siapa 😀 Cukup menarik juga mengikuti perkembangan kedua calon presiden dari Demokrat ini. Barack Obama vs Hillary Clinton. Penasaran siapa yang akan menang nantinya..

Oh ya, selain itu, lagi kagum sama liputan dunia web tentang pemilu AS. Youtube pun sampai membuka channel khusus bagi kita untuk mengikuti perkembangan setiap calon presiden. CNN, tentu saja menyediakan porsi halaman khusus untuk meliput tentang pemilu AS ini. Hmm… Kira-kira, untuk Pemilu Presiden 2009, situs-situs macam Video.ARC (maaf, hanya kalangan internal mahasiswa ITB yang tahu) akan meliput para capres gak ya 😀 Atau mungkin KPU nyediain dana khusus untuk bikin portal capres, dimana user bisa komen, kasih feedback, saran, protes, apapun, lewat portal itu… Mengingat sekarang internet sudah begitu mewabah di Indonesia, setidaknya dengan indikasi fenomena blogging yang semakin marak di setiap kalangan, publikasi yang sampai menjangkau dunia internet akan sangat disambut baik oleh para netters. Hehehe… Just my opinion after all 😀

04
Jan
08

Harga Buku di Jepang

Hari ini saya membeli 2 buah buku bekas di toko buku yang namanya Book-Off, terletak di dekat stasiun Jiyuugaoka. Buku yang pertama adalah komik tentang Chocobo, hewan unik dalam serial game Final Fantasy. Sedangkan buku kedua yang saya beli adalah kamus bahasa Jepang-Inggris, yang tentu saja saya pakai untuk mencari terjemahan bahasa Jepang di buku pertama (komik Chocobo).

Kedua buku itu masih dalam kondisi bagus. Yang bikin heran, harganya cuman 105 yen masing-masing, yang berarti kira-kira antara delapan ribu sampai sembilan ribu rupiah saja. Oke, memang di Indonesia pun harga komik segitu. Bukan hal yang biasa. Tapi, mari kita bandingkan dengan gaya hidup di sini. Lagi-lagi, sekarang parameter standarnya adalah harga makanan dalam sehari (karena ini kebutuhan primer).

Apabila kita mengandalkan untuk membeli makanan di luar, seperti bento atau restoran-restoran kecil, sehari kita bisa habis sekitar seribu yen (80 ribu rupiah). Namun, ini bisa ditekan apabila kita masak sendiri. Kalau masak sendiri, sehari mungkin “cuman” habis sekitar 300-400 yen (24-32 ribu rupiah).  Nah, bisa dilihat, dengan mengambil batas bawah dari harga makanan dalam sehari (300 yen), maka harga kedua buku di atas cuman sepertiganya.

Tak heran, budaya membaca di Jepang sangat tinggi. Dimana-mana orang membaca. Oh ya, dalam postingan yang lain, saya juga membahas mengapa iPod begitu merajalela di Jepang. Kurang lebih alasannya sama dengan apa yang saya utarakan di sini. Membeli buku sangat mudah. Dengan harga yang murah, kita bisa mendapatkan buku-buku yang berkualitas.

Kapan ya harga buku-buku di Indonesia menjadi murah (sampe sepertiga dari biaya makan sehari)…