Arsip untuk Juni, 2007

29
Jun
07

Foto SMA vs Foto Kuliah

Berikut ada dua perbandingan foto temen-temen sekelas saya waktu SMA dan waktu reuni saat kami semua sudah kuliah.

Foto yang atas adalah semasa kuliah. Foto yang bawah adalah semasa SMA. See the differences? That happy day is long gone.. Foto semasa SMA diambil dengan narsis dan sok nampang. Foto jaman kuliah, jadi Jaim dan rapi (padahal ini disuruh gitu sama yang ngambil foto). Tapi… Itulah perbedaannya. Semasa kuliah, rasanya saya dan teman-teman menjadi lebih serius, tidak sebebas jaman SMA dulu.. Hehehe…

28
Jun
07

Know Your Audience

Ketahuilah penontonmu. Ketahuilah pasarmu. Ketahuilah lawan bicaramu.

Sebuah ungkapan yang cukup berguna dalam menjalin interaksi dengan orang, terutama yang berkaitan dengan proses bisnis, presentasi, dan komunikasi inter personal yang spesifik. Dalam contoh kasus yang akan saya bahas kali ini adalah yang berkaitan dengan presentasi.

Know your audience!
Saat kita melakukan presentasi, kita menyampaikan ide ke orang lain. Kita bercerita tentang hal-hal, bisa baru bisa lama, ke orang lain. Dan adalah tugas kita untuk membuat penonton mengerti tentang apa yang kita sampaikan. Maka dari itu, ada baiknya sebelum kita presentasi terlebih dahulu kita analisis, kepada siapakah kita nantinya akan melakukan presentasi. Perlu dilakukan sebuah tinjauan tentang latar belakang pendidikan mereka, posisi mereka (apabila kita presentasi di perusahaan), serta bila memungkinkan kita harus tahu tentang ekspektasi mereka akan presentasi kita.

Kesalahan dalam menganalisis audience akan berpengaruh besar saat kita presentasi nantinya. Perasaan yang harus kita perhatikan bukan kemampuan kita pribadi (apakah kita kesulitan dalam memahami materi, apakah kita terlalu mudah dalam membuat presentasi, dsb), namun kemampuan mereka, penonton. Inilah yang susah.

Akibat yang paling buruk adalah nampak bodohnya kita di depan audience saat presentasi. Ini terjadi apabila kita miskalkulasi tentang “kemampuan” audience. Kita anggap bahwa audiens berada pada level 5, dan kita beri presentasi yang level 6(supaya tidak dianggap terlalu meremehkan), namun ternyata di luar dugaan audiens berada pada level 7. Level itu sendiri bisa dibagi berdasar level “keilmuan”, dan level “keingintahuan”. Level keingintahuan yang tinggi bisa menjadi bumerang bagi kita karena kita bakal diberondong pertanyaan-pertanyaan yang simpel-simpel namun menjebak (terkadang kita mengerti konsep yang tinggi, namun konsep detail yang kecil-kecil dilupakan). Level keilmuan yang tinggi tentunya bermasalah apabila kita sok tahu dan terlalu banyak omong tanpa bukti. Kita bisa dikritisi dan dihabisi saat itu juga.

Solusinya adalah kita harus membuat presentasi yang tepat untuk orang yang tepat. Kita lakukan analisis yang tepat (ini tentunya butuh pengalaman dan pembelajaran yang tidak singkat). Kita buat slide presentasi yang tepat dan efektif tidak bertele-tele dan justru membunuh kita karena kita terlalu banyak menaruh istilah di dalam slide itu. Kita juga perlu mempersiapkan sebelumnya tentang bagaimana kita harus presentasi nantinya. Untuk beberapa orang yang sudah pengalaman, proses-proses di atas dapat dilakukan dengan cepat. Bahkan mungkin tidak perlu persiapan yang terlalu mendetail apabila sudah biasa.

Demikianlah. Memang presentasi itu penting, dan belajar untuk mempresentasikan ide itu juga penting. Mari kita belajar bersama untuk melaksanakan presentasi yang tepat dan efektif.

27
Jun
07

awasnyasardijakarta.com

Sudah dua kali terjadi pada saya selama KP di Jakarta ini. Sebuah kelelahan yang berujung pada nyasarnya saya ke tempat lain. Berikut ceritanya.

1. Nyasar ke Kampung Rambutan

Hari itu hari Rabu. Saya berangkat seperti biasa dari rumah. Naik angkot D-08 sampai pertigaan Rempoa. Setelah itu –harusnya– saya naik bis 102 warna Kuning. Karena masih ngantuk, saya langsung saja naik bis kuning pertama yang saya lihat. Semula sudah heran, karena beberapa orang yang biasa menemani saya mengantri kok tidak naik bis ini. Tapi cuek saja. Justru untung saya dapet tempat duduk yang nyaman. Duduklah saya dengan tenang..

Sampai di suatu tempat, harusnya bis 102 masuk ke jalur kiri. Tapi ini kok masuk jalur tol. Ah, saya pikir, justru untung nih, bisa cepat sampai –pikiran yang ternyata di akhir saya sadari bodoh sekali-.. Ternyata, bis saya lewat jalan Tol di atas jalur TB. Simatupang. Apa artinya? Pada poin ini, saya baru sadar, bahwa saya SALAH naik bis.. Karena di jalan tol, saya tidak mungkin dong ngomong ke Pak Kondektur, “Pak, turun di kiri”.. Jadi saya pasrah saja di angkot sambil berdoa semoga nyasarnya tidak kejauhan. Ternyata… Jauh.. Sampai di Kampung Rambutan.

Saya langsung mengecek jalur Busway di peta yang selalu saya bawa. Alhamdulillah.. Ternyata ada shelter Busway di sana. Akhirnya saya naik busway itu dan menjalani perjalanan panjang nan berliku di paginya Jakarta yang macet, melewati beberapa shelter perpindahan busway dari mulai Kampung Melayu, Matraman, sampai Dukuh Atas.. Lanjutkan membaca ‘awasnyasardijakarta.com’

27
Jun
07

Rutinitas Selama KP

Kali ini saya ingin bercerita tentang rutinitas saya selama kerja praktek di Divisi Fixed Wireless Network Telkom @ 10th Floor Wisma Antara.

Karena jarak antara tempat KP dan rumah singgah saya di bilangan Rempoa Ciputat cukup jauh, jadi saya harus berangkat pagi-pagi dari rumah untuk menghindari kemacetan. Saya bangun pagi pada pukul lima (secara default saya set alarm HP pada pukul 04.45, tapi selalu saja molor sampai jam 5-an). Setelah itu, saya langsung mandi saja di kamar atas. Sewaktu saya bangun, Eyang dan Tante saya masih di kamar. Paling cuman ada pembantu yang sudah mulai bersiap-siap di dapur dan tempat cucian.

Sekitar setengah enam, saya biasanya selesai dengan rutinitas mandi+sisiran+sikat gigi+sholat Subuh. Waktunya makan pada pukul setengah enam ini. Biasanya sih disediain telur ceplok + nasi. Menu sederhana, tapi cukuplah untuk mencegah kelaparan akut sampai jam makan siang. Kalau telat, saya cuman makan roti tawar dengan selai Skippy yang saya beli di awal-awal saya sampai di Jakarta. Cukup enak. Kalau telatnya ekstrem, saya makan itu roti sambil jalan ke tempat pencegatan angkot yang kurang lebih 5 menit dari rumah saya. Malu juga sebenarnya sama tukang-tukang yang bekerja membangun rumah di dekat rumah Eyang saya. Tapi… Begitulah hidup..

Saya naik angkot sampai pertigaan Rempoa (biayanya seribu rupiah saja). Setelah itu nyegat bis 102 jurusan Senayan City. Biaya bisnya flat-rate dua ribu rupiah. Jika beruntung, saya bisa dapet tempat duduk dan tidur. Jika tidak, seperti yang saya sering alami, saya cuman bisa berdiri dan menggerutu dalam hati. Hehehe… Perjalanan ke Senayan City tidak lama kalau tidak macet. Paling cepat setengah jam sudah sampai. Setelah itu, lanjut naik Busway dari Halte Bundaran Senayan, dengan biaya flat juga, 3500 rupiah.

Saya turun di Halte Bank Indonesia, untuk selanjutnya berjalan kaki ke Wisma Antara. Fyuh.. Dari rumah saya ke Wisma Antara biasanya menghabiskan waktu 1.5 jam. Melelahkan. Tapi untuk sebuah pengalaman hidup, cukuplah untuk menempa diri (kecuali masalah biaya yang membengkak, saya sebenarnya menikmati sekali KP di Jakarta ini).

23
Jun
07

Malam Sidang Cakru

Tanggal 23 Juni 2007, ARC-ITB mengadakan presentasi Tugas Besar bagi Calon Kru. Tujuan dari acara ini adalah sebagai tahap terakhir proses seleksi Calon Kru ARC untuk angkatan 2007. Proses kaderisasinya sendiri dimulai pada bulan Februari 2007 dan diikuti oleh kurang lebih 300an orang. Mereka menjalani training materi selama kurang lebih 10 minggu dan diakhiri pada awal Mei 2007. Selama bulan-bulan itu, ada beberapa Cakru yang “mrotol” tidak melanjutkan proses Kaderisasi. Beberapa yang bertahan akhirnya sampai pada tahap hari kemarin, yaitu Presentasi Tugas Besar.

Secara umum, berjalannya Presentasi cukup lancar. Banyak cakru yang menunjukkan keseriusannya dengan performa yang cukup baik selama presentasi berlangsung. Namun, ada pula yang datang presentasi dengan modal yang minim, sehingga di depan “dibantai” oleh para Kru. Mereka juga diberi pertanyaan oleh para Kru setelah presentasi -yang mana ini bagian yang paling penting-. Pertanyaan yang diajukan kepada mereka meliputi sisi teknis dan sisi humanis (sosial). Sisi teknis, karena mereka baru mulai belajar FreeBSD dan jaringan, kami tidak mengharapkan jawaban “dewa”, cukup tahu dan mengerti tentang apa yang mereka kerjakan.

Yang menarik adalah saat pembahasan tentang sisi humanis mereka. Menarik karena saat kita menyentuh sisi sosial manusia, akan banyak karakter yang dapat kita temui. Dan memang terbukti begitu. Ada yang lucu. Ada pula yang terlalu muluk-muluk dan bertele-tele. Pada dasarnya, kami (ARC-ITB) adalah satu keluarga besar. Pondasi keluarga terbentuk kuat bukan karena sisi teknis, tapi lebih ke arah sisi sosialnya. Karena, dengan sosialisme yang bagus, akselerasi pertukaran ilmu antar sesama juga akan semakin cepat.

Begitulah. Pada akhirnya, ada 40-an orang yang akan dilantik menjadi Kru ARC-ITB 2007. Selamat! Selamat bergabung dengan kami. Selamat berkarya. Dan mari kita bangun bersama keluarga kita…

22
Jun
07

Back to Bandung

Sore ini pada pukul lima, saya akan bertolak dari tempat Kerja Praktek saya di Wisma Antara Lt. 10 menuju Stasiun Gambir. Ada presentasi Calon Kru ARC dan pelantikan yang rencananya akan dilaksanakan pada hari Sabtu dan Minggu, consecutively. Jadi… Selamat tinggal Jakarta -sementara-, dan tunggulah aku Bandung..