24
Nov
07

Pengalaman Menarik ke Takao dan Shinjuku

Kemarin saya mengikuti salah satu kegiatan piknik dari SATO Corporation ke Takao-san. Menarik, karena inilah pertama kalinya saya mengikuti kegiatan dimana saya cuman sendiri (tidak bersama teman) dan tidak mengenal siapapun, kecuali Narama san, yang mengajak saya untuk datang ke acara ini.

Saya datang ke Takaosanguchi-eki jam setengah sembilan, dan langsung disambut dengan udara dingin yang menusuk kalbu. Padahal ini masih di kaki gunung. Sekitar setengah jam kemudian, setelah celingukan sana-sini mencari orang-orang yang mungkin saya kenal, saya disapa oleh Narama san dari SISF. Setelah itu, beberapa saat kemudian, bersama dengan rombongan dari SATO, saya mulai mendaki gunung Takao.

Pemandangan yang saya jumpai kali ini nampak lebih indah, karena kita bisa melihat Momiji dan koyo (pohon yang berubah warna menjadi merah). Kemarin-kemarin saya ke gunung ini bersama Host Family, pohonnya masih ijo semua, jadi gak terlalu indah untuk dipandang. Kali ini saya bener-bener merasakan nuansa Autumn di Jepang. Tepatnya, nuansa Autumn yang menjelang Winter (di atas dingin sekali, 10 derajat celcius).

autumn in takao

Kami sempat mengadakan piknik ala orang Jepang, yaitu menggelar alas di puncak gunung dan menikmati udara dingin sambil makan dan ngobrol. Beberapa orang menghangatkan air untuk membuat Pop-Mie (namanya tentu saja bukan Pop-Mie 😀 ) . Saya hanya bisa menggigil dan sesekali merespon pembicaraan mereka dengan bahasa campur aduk English-Jepang-Indonesia. Ya, Indonesia, karena ada satu orang yang sempet belajar bahasa Indonesia selama sebulan di UNPAD. Hehehe…

Keluarga Narama san pulang lebih awal, begitu pula dengan saya. Mau gimana lagi, lha wong saya kenalnya cuman sama beliau saja, jadi saya ngikut aja kemana mereka pergi 😀 Mereka berhenti di Shinjuku, lagi-lagi, saya pun ikut, karena selama 2 bulan ini belum pernah ke sana. Teman saya, Ivan Kurniawan, sempet cerita kalo di Shinjuku ada tempat orang jualan kecap. Jadi saya pikir gak ada salahnya untuk muter-muter sejenak, sapa tau bisa nemuin toko itu (walaupun di akhir nanti saya gak nemuin 😦 ).

Nah, di sinilah pengalaman menarik itu dimulai (di atas bukan pengalaman menarik :D). Ketika akan berpisah di Shinjuku, Narama san dan istri berpindah ke jalur kereta lain. Tapi tidak dengan anak perempuannya, Kimi san namanya kalo tidak salah. Dia menawari untuk menemani saya muter-muter Shinjuku dan mencari kecap. Cukup kaget juga, serius nih?

Dan memang dia serius. Saya diajak ke beberapa depaato (Keio dan Odakyu) untuk mencari kecap. Dalam hati tentu saja saya berkata “Mbak, gak mungkin ada di depaato mah kecap Bango :D)”. Tapi saya nurut saja muter-muter, sekalian ngobrol2 dalam….bahasa Inggris. Ya, bahasa Inggris, bukan bahasa Jepang. Nggak banyak orang Jepang yang saya temui bisa diajak ngobrol dalam bahasa Inggris dengan enjoy, jadi ini kesempatan yang langka sekali.

Setelah gak nemu di 2 depaato, kami pun beranjak keluar menelusuri jalan-jalan di sekitar Shinjuku, siapa tau ketemu. Saya sebenarnya nggak enak dan bingung, tapi mau gimana lagi, kata dia sekalian muter-muter (sightseeing), karena saya kan belum pernah ke Shinjuku. Ya sudah, saya nurut saja, karena memang cukup enak juga ngobrol sama dia. Kimi san ini orangnya terbuka dan suka cerita banyak hal. Dari cerita ini saya tau beberapa fakta seperti, akademi balet di Jepang itu mahal banget, jadi waktu kecil dia gak boleh sama ortunya untuk latian balet 😀

Singkat kata, sekitar 2 jam kami muter-muter Shinjuku. Pukul lima dia bilang kalo dia harus pulang. Ya udah, saya ikut juga pulang. Di akhir perjalanan ini, dia bercerita tentang motivasi dia untuk bisa bahasa Inggris. Dia sempet ikut akademi bahasa Inggris di Jepang yang cukup bonafit (Novel apa gitu namanya, lupa), tapi itu akademi akhir-akhir ini bangkrut. Namun, itu nggak mematahkan semangatnya untuk belajar bahasa Inggris. Dia mengunjungi English Cafe dan ngobrol bersama beberapa orang asing, tentu saja, dengan membayar sejumlah uang.

Dan…saya baru sadar, secara tidak langsung, dia juga belajar bahasa Inggris dengan saya 😀 Dia juga bilang kalo memang tujuan dia datang ke acara mendaki gunung Takao ini karena Ayahnya bilang kalo di even ini dia bisa latian bahasa Inggris sama beberapa scholars dari luar Jepang. Dan, karena orang luar Jepang cuman saya aja (yang lain karena satu dan banyak hal pada gak dateng), ya sayalah yang jadi partnernya latian 😀

Begitulah. Sampai segitunya keinginan Kimi san untuk belajar bahasa Inggris. Dengan begitu, saya pikir, saya tidak terlalu merasa bersalah karena kita berdua sama-sama mendapatkan keuntungan dengan jalan-jalan bareng di sekitar Shinjuku 😀

Terima kasih Narama san dan keluarga. Pengalaman kemarin menarik sekali dan akan saya kenang sebagai salah satu momen indah bersama “keluarga” Jepang 🙂

Iklan

5 Responses to “Pengalaman Menarik ke Takao dan Shinjuku”


  1. 1 Putri
    November 24, 2007 pukul 10:19 pm

    Nice experience or unforgettable moment..??
    Hwehe…

  2. November 27, 2007 pukul 4:42 pm

    “Dia sempet ikut akademi bahasa Inggris di Jepang yang cukup bonafit (Novel apa gitu namanya, lupa) ”

    Kalo ga salah NOVA deh. Pernah lihat situs koran Jepang yang English. Tapi skrg udah bangkrut kata koran itu.

    btw, kecap bango nya ketemu ndak, sa?

  3. November 27, 2007 pukul 5:26 pm

    @ridwan
    bener wan. NOVA. .
    Sebagai tambahan, Kimi san bilang kalo itu perusahaan stupid, terlalu banyak buka cabang dimana2. Di Shinjuku sendiri aja ada 4 cabang dalam satu stasiun..

    yang ketemu cuman kecap ABC 😀

  4. 4 Asop
    November 30, 2007 pukul 2:13 pm

    Mantap banget euy……

  5. 5 nurix
    Desember 5, 2007 pukul 8:39 pm

    waa.. curang!
    nge-date sama orang jepang ni ye… :p


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: