Ya, itulah judul kuliah yang coba saya ikuti hari ini. Sebenarnya ini kuliah untuk mahasiswa S2, atau bahasa Jepangnya, daigakuin ( 大学院 ). Namun, karena mata kuliah undergraduate ( 学部 ) semua dalam bahasa Jepang, tentu saja saya tidak mungkin mengikutinya.
Sebenarnya hari ini ada satu kuliah lagi yang tampak menarik. Kuliahnya bernama “Quantum Information Processing”. Saya sudah berniat untuk berangkat pagi ini, namun setelah dipikir lagi, dengan mengikuti kuliah-kuliah macam gini, saya sama saja semakin menjauh dari khittah saya sebagai mahasiswa Elektro, tepatnya subjur Telekomunikasi. Tentu saja ini berbahaya, mengingat saya masih punya utang selama setahun (kalau bisa sih setengah tahun saja) untuk meluluskan diri dari kampus Ganesha, dan harus melewati tantangan-tantangan legendaris semacam Antenna.
Begitulah, akhirnya saya pun masuk ke kelas Guided Wave Circuit Theory. Kuliahnya dalam bahasa Inggris, dan menurut pengalaman, semester lalu kuliah berbahasa Inggris yang saya ikuti hanya diambil oleh sekitar 10-15 orang saja. Namun, kali ini berbeda.
Kelas sudah full ketika saya masuk. Kebanyakan tentu saja orang Jepang. Semula heran, karena jarang-jarang orang Jepang berminat mengambil kuliah bahasa Inggris. Namun, ternyata sensei-nya cukup hebat, dia mengajar dalam dua bahasa, secara simultan.
Kuliah pun dimulai, dengan topik Introduction to Waveguide. 6 bulan sudah saya meninggalkan dunia persamaan Maxwell, rangkaian elektronika, medan elektromagnetik, dan siang tadi, saya akhirnya kembali menjadi mahasiswa Elektro sejati (at least dengan ikutan kuliah bertema Elektro
). Sensei mengingatkan saya atas indahnya persamaan Maxwell, rumitnya persamaan differensial, dan semua simbol-simbol wajib hapal di masa saya taun ketiga dulu ( epsilon, miu, gama, beta, lambda, delta ).
Entahlah, saya bisa mengambil kuliah ini atau tidak ya. Semester lalu, ketika saya berniat mengambil mata kuliah Rural Telecommunication, sensei berkata bahwa sebenarnya program YSEP tujuannya riset, bukan kuliah. Itu secara tersirat memberikan makna bahwa “Kamu mbok ya jangan ambil kuliah aneh2, mengingat saya di sini bernaung di bawah lab yang isinya mahasiswa IF/CS.”
Atau haruskah saya berkata kepada sensei bahwa di ITB nanti saya harus mengambil matkul Antenna ketika pulang, dan akan sangat berbahaya apabila saya sama tidak menyentuh hal-hal berbau ke-elektro-an, terutama masalah telkom, selama setahun. Entahlah, hanya waktu yang akan berbicara.




Komentar Terakhir