18
Apr
08

Alice, Bob, dan Eve

Suatu ketika, di sebuah negeri antah berantah, tinggallah seorang wanita cantik yang bernama Alice. Alice, yang walaupun dengan kecantikannya tentu saja bisa menggaet lelaki manapun di negerinya, ternyata harus tersiksa karena dia jatuh cinta dengan lelaki dari negeri seberang. Siapakah nama lelaki tersebut?

Namanya adalah Bob (maaf, bukan si Bob tukang blog itu). Si Bob ternyata juga seorang pangeran terganteng di negerinya. Klop lah! Putri yang cantik dan pangeran yang gagah.

Nah, karena mereka tinggal berjauhan, mau tak mau komunikasi pasti tidak bisa dilakukan secara langsung. Lalu, media apakah yang mereka gunakan? Inilah yang aneh. Mereka tidak menggunakan gelombang radio seperti layaknya pemuda jaman sekarang yang pacaran via telepon Esia dan Fren (masih murah gak ya). Yang mereka gunakan adalah gelombang-gelombang foton, yang entah dengan media transmisi apa, bisa dikirimkan dari transmitter di negeri si Alice ke receiver di negeri si Bob.

Nah, foton yang dikirimkan ini juga lucu. Dalam satu waktu, si Alice dan Bob hanya bisa mengirim satu data saja, di antara dua data yang ada, yaitu bit 0 dan 1. Dan bit 0 dan 1 ini tidak dikirimkan dengan gelombang persegi yang kotak-kotak itu, melainkan dengan gelombang yang polarisasinya horizontal atau vertikal, masing-masing merepresentasikan 0 dan 1.

Nah, lalu siapakah Eve?

Eve adalah seorang wanita yang dari sejak masa kecil mencintai si Bob. Dia tinggal di perkampungan di antara negeri si Bob dan Alice. Maklum, karena rakyat biasa, dia tidak bisa mendekati Bob yang seorang pangeran. Tapi si Eve ini pinter ceritanya. Dia udah lulus kuliah masalah gelombang, sehingga dia bisa mencuri gelombang-gelombang foton yang sliwar sliwer di antara negeri Alice dan Bob. Dari sini, dia bisa mendengarkan mereka berkomunikasi, walaupun tentu saja dia harus mengira-ngira apa arti dari komunikasi mereka berdua.

Mau tau lebih lanjut tentang mereka? Silakan baca novel Alice dan Rabbit di toko Gramedia terdekat. Hehehe… Salah ding. Mereka bertiga dapat kita temui dengan mempelajari apa yang disebut Quantum Information Processing. Cerita lebih lanjut tentang kisah cinta segitiga mereka akan saya lanjutkan kalau saya dateng di kuliah hari Selasa nanti. Kemarin Selasa saya tidak datang karena saya pikir kuliah ini tidak menarik. Tapi setelah lihat hand-out punya tutor saya di lab, nampaknya perlu dicoba juga (walaupun lagi-lagi, gak tau apakah sensei membolehkan).


6 Tanggapan ke “Alice, Bob, dan Eve”


  1. 1 mybenjeng April 19, 2008 pukul 6:58 am

    kamu yang Bob atau Alice? :)
    ditunggu kelanjutannya neeh.

  2. 2 Nanta April 19, 2008 pukul 9:33 am

    Wah rez, crita kowe bob to rez ?? pangeran ganteng yang komunikasi sama “putri” di Indonesia :D piss

  3. 3 rakhmawan April 19, 2008 pukul 7:10 pm

    Loh.. ini mirip ceritanya Marconi (penemu gelombang radio), Marconinya yang mana ya? :D

  4. 4 Putri April 19, 2008 pukul 9:14 pm

    Lama tak tengok, kian rajin menulis saja, Bapak satu ini!! Hehe…

  5. 5 ridwan April 20, 2008 pukul 3:02 pm

    foton->cahaya->makhluk paling cepat sejagat..
    ga kebayang kl jd kenyataan gmn ya..

    (apa si bob bkl msh lirik2 cw dimanapun n kpnpun dgn radar’nya yang supersensitif ya..) :mrgreen:

  6. 6 reditya April 21, 2008 pukul 6:26 pm

    @mybenjeng
    saya bukan bob dan alice mas, melainkan eve. hihihi…

    @nanta
    opo tho pak :D

    @rakhmawan
    marconi? gak tau aku ndra.

    @putri
    yup :D

    @ridwan
    emang bob suka lirik2 ya :D

Tinggalkan Balasan