20
Mar
08

Kansai Trip : Day Zero

Saya melakukan perjalan bersama 2 mahasiswa ITB lainnya, yaitu Randy, dari Oita, dan Agus, sama2 dari Tokyo. Kami menggunakan tiket spesial dari JR-East yang namanya Seishin 18 Kippu (dibeli di koperasi kampus). Dengan tiket ini, kita bisa melakukan perjalanan ke seluruh area di Jepang dengan menggunakan kereta JR selama 5 hari. Harganya “hanya” 11800 yen saja. Harga ini bisa dibilang murah, apalagi untuk perjalanan-perjalanan jauh yang memakan waktu lama. Walaupun di satu sisi, downsidenya juga ada. Kita harus jeli melihat daftar rute kereta dan mengatur waktu perjalanan kita sendiri.

Perjalanan antara Tokyo ke Osaka (tempat kami menginap) harus ditempuh dalam waktu 8-9 jam dengan menggunakan 18 kippu ini. Sepanjang perjalanan, tentu saja tak banyak yang dilakukan selain ngobrol dan melihat pemandangan di luar kereta. Sempat juga mainan Mario Kart di Nintendo DS bareng temen. Apapun dilakukan untuk membuang waktu, termasuk berusaha mengartikan iklan-iklan yang ada di kereta dengan menggunakan software kamus di DS :D

Kami sempat transit di beberapa tempat yang cukup familiar, seperti Toyohashi (mahasiswa ITB yang sering main ke ISO pasti tau nama ini), Nagoya, Stasiun Fuji (dilihat dari kanjinya, nampaknya sih sama dengan kanji Fuji san, tapi entah hubungannya apa), dan Hiratsuka (yang ini karena dulu waktu kecil pernah nonton kesebelasan Petrokimia Putra lawan Bellmare Hiratsuka di Piala Champion :D ).

Singkat cerita, sampailah kami ke Osaka. First impression, ngeliat dari stasiunnya yang super gede, kayaknya ini kota gak jauh beda sama Tokyo. Kami sempat tersesat bagai anak ayam kehilangan induknya di stasiun pusat Osaka yang namanya Umeda Station. Namun, apa gunanya belajar bahasa Jepang selama 6 bulan belakangan ini kalo gak bisa tanya ke orang Jepang :D Begitulah, di Jepang, kita dimanjakan oleh informasi. Peta ada di hampir setiap sudut kota. Di stasiun-stasiun yang terkenal, disediakan juga peta dengan translasi bahasa Inggris-nya. Eki-in (istilah untuk polisi yang jaga stasiun) juga sangat ramah dalam menjawab pertanyaan. Saking ramahnya, sampai-sampai informasi yang diberikan terkadang berlebihan.

Setelah menemukan sedikit pencerahan di stasiun Umeda, kami menggunakan Hankyu-line untuk menuju ke stasiun Kita Senri, stasiun terdekat dari tempat kami menginap nanti. Namun sebelumnya, karena perut telah meronta ingin diisi makanan, kami makan dulu di salah satu warung Okonomiyaki. Kabarnya, okonomiyaki adalah makanan khas Osaka yang paling terkenal selain Takoyaki. Harganya lumayan mahal juga, 1000 yen. Hiks hiks.. Belum apa-apa dompet sudah terkuras.

Di stasiun Kita Senri, telah menunggu dengan sabar mantan kohai kita di STEI ITB (cuman 6 bulan), Alfian, yang sekarang akan melanjutkan program S1 di Tohoku Daigaku. Bersama dengan Alfian, kami dibawa ke asrama mahasiswa Nihongo Gakkou Osaka University di daerah Saito Nishi. Di sini lah nantinya kami akan menghabiskan waktu-waktu malam sampai pagi untuk istirahat selama 6 hari ke depan. Saya sama Agus kebagian tidur di kamar Bahar, teman Alfian. Sedangkan Randy tidur di kamar Alfian. Terima kasih buat Bahar dan Alfian :D

Begitulah hari ke-nol perjalanan kami di Kansai. Hari yang melelahkan..


3 Tanggapan ke “Kansai Trip : Day Zero”


  1. 1 kitkot lotibol
    Maret 22, 2008 pukul 6:09 pm

    nice trip and long journey

  2. Maret 22, 2008 pukul 7:25 pm

    walah rez, kk sy tinggal deket minami-senri eki :D yang pasti di jalur hankyu-sen juga kan. hehehe

  3. Maret 26, 2008 pukul 5:26 pm

    perjalanan yang menyenangkan… :)


Tinggalkan Balasan