Nama-nama seperti Erika Sawajiri, Aya Ueto, Masami Nagasawa, Horikita Maki, mungkin sudah tidak asing lagi di tengah komunitas yang hobi nonton drama Jepang, termasuk saya. Terkadang saya bingung, karena ada beberapa orang yang menyebut Masami Nagasawa itu Nagasawa Masami. Erika Sawajiri disebut dengan Sawajiri Erika. Nggak lucu kan kalo nama saya misal Reza Aditya, terus ada orang yang dengan enaknya manggil saya Aditya Reza
Tiba-tiba, saya jadi pengen nulis tentang nama orang Jepang, karena sempat dapet beberapa pengalaman menarik tentang hal ini. Ceritanya dimulai dari fakta bahwa mungkin sudah banyak yang tahu kalo nama orang Jepang itu terdiri dari 2 kata saja. Tidak seperti nama orang Indonesia yang terkadang terdiri dari 3 kata atau lebih. Apalagi kalo sudah dapet gelar kebangsaan atau keraton, yang ada Radennya.. Pasti panjang bener jadinya.
Dua kata dalam nama orang Jepang itu berarti yang satu adalah Family name, dan yang lain adalah nama orang itu sendiri. Lho, kok jadi pernyataan nge-loop gini
Ambil contoh misal Horikita Maki ( 堀北真希 ). Dalam penulisan nama, hampir selalu urutan penulisan adalah Family name terlebih dahulu, baru diikuti dengan nama diri sendiri. Dalam kasus di atas, 2 kanji pertama artinya adalah Horikita, dan 2 kanji terakhir Maki.
Namun, apabila kanji itu diterjemahkan ke dalam romaji, urutannya bisa jadi berubah. Maki-chan namanya menjadi Maki Horikita. Ini mengikuti konvensi penulisan nama orang Barat, yang formatnya kebalikan dari konvensi nama orang Jepang. Jadi, jangan bingung dengan pembalikan nama Sawajiri Erika menjadi Erika Sawajiri. Itu cuman masalah budaya saja yang berbeda. Kalau nama cewek gini, mudah ditebak walaupun dibalik-balik, mana yang nama keluarga mana yang nama sendiri. Yang susah kalo nama cowok. Misalnya, Mika Sato. Hayo, yang mana nama keluarga, yang mana nama sendiri




Yang nama keluarga itu Sato, namanya sendiri Mika. Hehehe.. Nama keluarga Sato itu nama keluarga yang populasinya banyak di Jepang, pasaran lah.
se’,, nama pemain bola Urawa ada Marcus Tulio Tanaka, piye iki mas Reza???
ada orang jepang yang ga seneng kalo nama keluarga ditulis di belakang setelah namanya sendiri. check this….
http://www.02.246.ne.jp/~semar/catatan.html
Tanpa banyak basa basi n kata-kata, Neh ane ada link juga tentang Nama Jepang. Baca http://prabudiansori.wordpress.com/2007/11/01/mengetahui-nama-dalam-bahasa-jepang/
mudah2an ada manfaatnya.
met kenal yach….
sekalian dech tukeran link yuk? n kenalkan diri kamu disini http://prabudiansori.wordpress.com/2007/10/05/sahabat-dari-sabang-sampai-merauke/
yuppzzz lam knal jga …
Kalo nama orang sunda gimana??
Cecep surecep..
Ajad sudrajad..
Bantu membantu..
Tolong menolong..
Kata siapa? Nama Batak misalnya, banyak yang dua kata, misalnya: Ruhut Sitompul, Tika Panggabean, dsb. Orang Jawa non-keraton malah banyak yang menggunakan nama satu atau dua suku kata. Misalnya: Supangat, Kayani, Senen, Siti Romlah, Sugeng Prawiro, dsb…