Berkaitan dengan aturan penamaan orang Jepang ini, saya sempat beberapa kali dibingungkan dengan hal tersebut. Bahkan sejak awal kedatangan saya ke Jepang, pas di bandara Narita.
Saat itu, saya dijemput oleh tutor saya, sebut saja namanya Nakano Shinzo (ini asal nyebut nama aja
).. Karena sampai kedatangan saya inipun saya masih belum tau gimana aturan penamaan orang Jepang, saya panggil dia dengan panggilan yang aman tapi agak aneh yaitu Nakano Shinzo san, pakai nama lengkap. Sewaktu di bis, saya memberanikan diri menanyakan dengan nama apakah saya harus memanggil dia, Nakano san atau Shinzo san. Dia menjawab, panggil saja Nakano san, alias dengan nama pertama.
Tapi anehnya, sewaktu di lab, semua orang memanggi dia dengan nama Shinzo san. Saya tetap dengan pede memanggil dia Nakano san. Pada akhirnya, lama-kelamaan rasanya aneh juga memanggil dia dengan nama pertama. Beberapa hari kemudian, saya ikutan memanggil tutor saya Shinzo san
Hampir semua teman di lab memperkenalkan diri mereka dengan nama pertama (atau dengan nama dia sendiri, bukan nama keluarganya). Namun, waktu itu, selalu saja cuman saya yang panggil temen-temen dengan nama pertama. Saya butuh waktu beberapa saat untuk melakukan sedikit pengamatan dan riset baca-baca artikel di internet tentang sistem penamaan orang Jepang. Sekaligus juga tanya-tanya kepada orang yang lebih pengalaman.
Begitulah lika liku laki-laki kebingungan saya dalam memanggil orang Jepang. Harusnya saya sadar dari awal karena sudah terlalu banyak nonton dorama tentang kehidupan sehari-hari di Jepang. Bukankah Ikeuchi Aya di One Litre of Tears dipanggil teman-temannya dengan nama Ikeuchi, bukan Aya (kecuali oleh teman-temannya yang sangat dekat) ![]()




Komentar Terakhir