Ketahuilah penontonmu. Ketahuilah pasarmu. Ketahuilah lawan bicaramu.
Sebuah ungkapan yang cukup berguna dalam menjalin interaksi dengan orang, terutama yang berkaitan dengan proses bisnis, presentasi, dan komunikasi inter personal yang spesifik. Dalam contoh kasus yang akan saya bahas kali ini adalah yang berkaitan dengan presentasi.
Know your audience!
Saat kita melakukan presentasi, kita menyampaikan ide ke orang lain. Kita bercerita tentang hal-hal, bisa baru bisa lama, ke orang lain. Dan adalah tugas kita untuk membuat penonton mengerti tentang apa yang kita sampaikan. Maka dari itu, ada baiknya sebelum kita presentasi terlebih dahulu kita analisis, kepada siapakah kita nantinya akan melakukan presentasi. Perlu dilakukan sebuah tinjauan tentang latar belakang pendidikan mereka, posisi mereka (apabila kita presentasi di perusahaan), serta bila memungkinkan kita harus tahu tentang ekspektasi mereka akan presentasi kita.
Kesalahan dalam menganalisis audience akan berpengaruh besar saat kita presentasi nantinya. Perasaan yang harus kita perhatikan bukan kemampuan kita pribadi (apakah kita kesulitan dalam memahami materi, apakah kita terlalu mudah dalam membuat presentasi, dsb), namun kemampuan mereka, penonton. Inilah yang susah.
Akibat yang paling buruk adalah nampak bodohnya kita di depan audience saat presentasi. Ini terjadi apabila kita miskalkulasi tentang “kemampuan” audience. Kita anggap bahwa audiens berada pada level 5, dan kita beri presentasi yang level 6(supaya tidak dianggap terlalu meremehkan), namun ternyata di luar dugaan audiens berada pada level 7. Level itu sendiri bisa dibagi berdasar level “keilmuan”, dan level “keingintahuan”. Level keingintahuan yang tinggi bisa menjadi bumerang bagi kita karena kita bakal diberondong pertanyaan-pertanyaan yang simpel-simpel namun menjebak (terkadang kita mengerti konsep yang tinggi, namun konsep detail yang kecil-kecil dilupakan). Level keilmuan yang tinggi tentunya bermasalah apabila kita sok tahu dan terlalu banyak omong tanpa bukti. Kita bisa dikritisi dan dihabisi saat itu juga.
Solusinya adalah kita harus membuat presentasi yang tepat untuk orang yang tepat. Kita lakukan analisis yang tepat (ini tentunya butuh pengalaman dan pembelajaran yang tidak singkat). Kita buat slide presentasi yang tepat dan efektif tidak bertele-tele dan justru membunuh kita karena kita terlalu banyak menaruh istilah di dalam slide itu. Kita juga perlu mempersiapkan sebelumnya tentang bagaimana kita harus presentasi nantinya. Untuk beberapa orang yang sudah pengalaman, proses-proses di atas dapat dilakukan dengan cepat. Bahkan mungkin tidak perlu persiapan yang terlalu mendetail apabila sudah biasa.
Demikianlah. Memang presentasi itu penting, dan belajar untuk mempresentasikan ide itu juga penting. Mari kita belajar bersama untuk melaksanakan presentasi yang tepat dan efektif.
Komentar Terakhir